Bacaan Hari ini:
1Sam.24:3-21
Mzm.57:2,3-4,6,11
Mrk.3:13-19
Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil .
Markus 3:13-14
Saudara-saudari terkasih,
Ada hal yang menarik dari pilihan Yesus terhadap para murid yang berjumlah dua belas orang. Pertama, Yesus tidak memanggil orang-orang pintar dan berpengetahuan luas seperti orang Farisi dan ahli Taurat. Yesus justru memilih orang-orang biasa, yang selama ini kurang diperhatikan dan dihargai. Kedua, sebagain besar dari para murid Yesus adalah para nelayan. Para nelayan pasti sudah biasa menghadapi ganasnya ombak, resiko tenggelam sampai kematian. Namun Yesus malahan berkenan memanggil orang-orang yang berjiwa pemberani dan siap mati demi Kerejaaan Alllah. Yesus tidak memanggil orang-orang yang kuat dan hebat menurut pandangan dunia, tetapi orang-orang yang tidak berpikir panjang dan suka menunda pekerjaan. Yesus memanggil orang-orang yang siap unutk bekerja keras, sekaligus mau dipimpin oleh Allah. Sebab jika Yesus memanggil orang-orang besar dan terhormat, bisa jadi mereka tidak tunduk dan tidak mau dipimpin Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Kita umat Kristen dan Katolik dipanggil oleh Allah melalui Yesus, Putra-Nya. Panggilan kita memang berbeda dengan para murid Yesus. Panggilan para murid Yesus adalah sebuah panggilan khusus. Mereka sama dengan panggilan para uskup, para imam, biarawan-biarawati yang secara khusus mengabdikan seluruh kehidupan mereka hanya untuk Kerajaan Allah dan keselamatan manusia. Mereka tidak lagi bekerja untuk mencari uang. Yang menjadi pekerjaan utama mereka adalah mewartakan Kerajaan Allah. Sementara kita yang berada di luar panggilan khusus adalah panggilan umum. Kita dipanggil bukan pertama-tama mewartakan Kerajaan Allah. Kita dipanggil untuk menjadi rekan kerja Yesus, sesuai dengan bidang pekerjaan dan tugas kita. Orang yang bekerja sebagai petani, dipanggil Allah untuk mengelola dan menjaga tanah. Tanah tidak hanya dilihat sebagai tempat untuk menanam dan menumbuhkan padi, jagung dan tanaman lain. Namun tanah juga menciptakan banyak keajaiban. Dari dalam tanah bisa muncul banyak tumbuhan yang secara langsung atau tidak langsung mengarahkan kita kepada Allah yang maha ajaib.
Saudara-saudari terkasih,
Allah memanggil semua orang tanpa membeda-bedakan suku, bahasa, bangsa, warna kulit, Pendidikan dan jenis kelamin. Allah memanggil kaum ibu untuk menjadi rekan kerja Yesus dalam mendidik dan membesarkan anak mereka. Maka pekerjaan seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan anak tidak beda dengan tugas seorang dokter yang menyembuhkan sakit dan penyakit. Demikian pula, tugas mendidik dan membesarkan anak sama dengan tugas seorang pastor yang mewartakan Kerajaan Allah, berkotbah dan memimpin perayaan ekaristi. Sebab lewat mulut dan kata-kata seorang ibu, Allah bisa berbicara kepada anak-anaknya. Sama halnya dengan tugas bapak-bapak yang bekerja siang dan malam untuk menafkahi keluarganya. Dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Allah memanggil bapak-bapak untuk menjadi rekan Yesus. Melalui bapak-bapak, Allah menurunkan rejeki kepada setiap keluarga. Sementara para dokter dipanggil untuk menjadi rekan kerja Allah dalam menyalurkan kuasa kesembuhan. Allah juga memanggil para nelayan untuk mengelola lautan dan segala isinya dengan baik.
REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah menyadari bahwa kita semua dipanggil sesuai dengan tugas kita untuk menjadi rekan kerja Allah?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, dahulu Engkau memanggil para rasul dan kini Engkau memanggil kami umat-Mu untuk menjadi rekan kerja-Mu sesuai dengan tugas dan pekerjaan kami masing-masing. Curahkanlah Roh Kudus-Mu atas kami, supaya kami peka dan terdorong untuk mengikuti panggilan-Mu. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.