Bacaan Hari ini:
( Pw.St. Fransiskus dr Sales,Usk. PujG )
2Sam.1:1-4,11-12,19,23-27
Mzm.80:2-3,5-7
Mrk.3:20-21
Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Markus 3:20-21
Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus hadir di dunia dengan memberikan seluruh waktu, tenaga, kekuatan dan semua yang dimiliki-Nya. Hal itu dapat kita dengar dalam bacaan injil hari ini. Dikatakan bahwa Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Teks injil pada hari ini sangat singkat, hanya dua ayat. Namun walaupun singkat, ada informasi penting. Di sini sangat penting bagi kita bahwa injil mencatat, begitu sibuknya Yesus melayani sampai Dia tidak memiliki waktu untuk makan. Ini berarti Yesus telah melayani tanpa batas, baik waktu maupun tenaga. Dalam perikop ini, Yesus terkadang tidak lagi mengenal waktu untuk makan apalagi untuk beristirahat. Namun hal itu dilihat dan dinilai keluarga-Nya sebagai sesuatu yang aneh dan tidak wajar. Maka tidak heran bila anggota keluarga yang melihat sikap Yesus, memiliki anggapan bahwa Yesus tidak waras. Penilaian ini mereka berikan karena melihat sikap Yesus berbeda dengan para ahli Taurat dan orang Farisi yang sama-sama mewartakan Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Sebagai umat Katolik dan Kristen, kita bisa belajar dari Yesus untuk dapat melayani tanpa batas. Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita suatu teladan hidup, bagaimana Yesus benar-benar mengosongkan diri-Nya dengan menjadi seorang hamba. Yesus tidak lagi ingat bahwa diri-Nya Anak Allah. Yang ada dalam diri Yesus adalah bagaimana membuat manusia senang, damai, sukacita dan selamat. Inilah yang sulit manusia lakukan. Kita lebih sering mementingkan diri dan melayani dengan batas-batas tertentu. Bahkan ada yang melayani dengan syarat-syarat khusus. Contohnya orang yang aktif dalam kegiatan di Gereja. Ada kelompok koor yang sakit hati atau mundur karena tidak dihargai dan tidak mendapat ucapan terima kasih dari pastor dan dewan paroki. Ada pula yang meninggalkan Gereja karena apa yang mereka butuhkan dan mereka minta tidak diberikan. Dan tentu semua ini sangat berbeda jauh dengan apa yang Tuhan Yesus tunjukan kepada kita. Yesus sendiri tidak pernah menuntut apa yang menjadi hak-Nya, walaupun Dia layak menerimanya. Tuhan Yesus juga tidak memikirkan resiko bahwa apa yang Ia lakukan akan memberikan dampak buruk dimana Ia dianggap tidak waras lagi.
Saudara-saudari terkasih,
Dalam kehidupan berkeluarga, kita juga bisa belajar dari Yesus. Ibu-ibu yang setiap hari memasak, mencuci dan mengurus urusan rumah tangga atau kegiatan lainnya, bisa belajar dari Yesus bagaimana melakukan tugas pelayanan dengan sepenuh hati tanpa batas waktu dan tenaga. Dan sesungguhnya ibu-ibu telah menunjukkan itu semua. Saat mengurus anak, apalagi anak yang masih bayi, ibu-ibu menyediakan diri dua puluh empat jam dalam sehari. Mereka terkadang lupa makan, minum dan mengurus diri mereka sendiri. Hal ini memberi bukti betapa ibu-ibu telah menunjukan cinta yang amat besar kepada anak-anak mereka. Sikap dan tindakan yang demikian, pasti sangat menyenangkan hati Allah. Sebab Allah menyukai manusia pekerja yang lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Sebaliknya Allah tidak suka dengan orang-orang yang hanya memerintah dan banyak bicara, malas dan sedikit bekerja. Sebab orang-orang yang suka memerintah dan banyak bicara, tidak akan memberikan manfaat yang nyata bagi orang lain.
REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk melayani sesama kita tanpa batas, atau kita melayani dengan batas dan syarat tertentu?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia untuk melayani manusia tanpa kenal batas. Tuhan, kami mohon ampun sebab terkadang kami melayani dengan mengeluh, terpaksa dan tidak tulus. Berilah kami kekuatan dan rahmat-Mu agar kami berusaha melayani tanpa mengenal batas. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.