Bacaan Hari ini:
( H Miggu Sabda Allah ,Penutupan Pekan Doa Sedunia )
Mzm.27:1,4,13-14
1 Kor.1:10-13,17
Mat.4:12-23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Matius 4:23:
Saudara-saudari terkasih,
Salah satu hal penting yang dihasilkan dari Konsili Vatikan Kedua adalah untuk menemukan kembali Kitab Suci bagi kehidupan Gereja. Almarhum Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia menulis Surat Apostolik itu sebagai tanggapan atas permintaan umat beriman seluruh dunia untuk merayakan hari Minggu Sabda Allah. Dalam Motu proprio artinya atas inisiatif Paus sendiri, Paus Fransiskus menyatakan, “Hari Minggu Ketiga Masa Biasa akan dikhususkan untuk perayaan, pembelajaran, dan penyebaran Sabda Allah.” Perayaan itu memiliki “nilai ekumenis, karena Kitab Suci menunjukkan, bagi mereka yang mendengarkan, jalan menuju persatuan yang otentik dan erat.” Paus Fransiskus mengajak umat agar menemukan cara-cara “merayakan hari Minggu ini dengan kekhidmatan tertentu.” Paus Fransiskus juga menyarankan agar teks suci ditahtakan “agar perhatian umat terpusat pada nilai normatif Sabda Allah.” Dalam menyoroti pewartaan Sabda Tuhan, akan lebih tepat dengan “memberi penghormatan yang pantas dan layak pada homili.
Saudara-saudari terkasih,
Menurut Paus Fransiskus: Para pastor bisa menemukan cara memberikan Alkitab, atau salah satu kitabnya, kepada seluruh umat sebagai cara untuk menunjukkan pentingnya mempelajari cara membaca, menghargai, dan berdoa setiap hari dengan Kitab Suci. Paus mengingatkan bahwa Alkitab tidak dimaksudkan untuk beberapa orang istimewa. Alkitab itu milik orang yang dipanggil untuk mendengar pesannya dan untuk mengenali diri sendiri dalam kata-katanya. Alkitab tidak bisa dimonopoli atau dibatasi untuk kelompok-kelompok tertentu. Karena Alkitab itu “buku umat Tuhan, yang, dalam mendengarkannya, berubah dari penyebaran dan perpecahan menuju kepada persatuan. Paus juga memperingatkan agar tidak berimprovisasi atau memberikan homili panjang dan bertele-tele atau berkeliaran ke topik yang tidak berhubungan. Sebaliknya, Paus menyarankan agar menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan cocok dengan kehidupan umat. Bagi banyak orang beriman: ini satu-satunya kesempatan mereka untuk memahami keindahan Sabda Allah dan melihatnya terpakai dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Saudara-saudari terkasih,
Dalam bacaan injil pada hari ini menceritakan kisah Tuhan Yesus yang memanggil para murid-murid-Nya. Kisah Tuhan Yesus yang memanggil para rasul dapat kita lihat sebagai upaya agar sabda Allah dapat dilanjutkan oleh para rasul. Tuhan Yesus memang pertama-tama mewartakan sabda Allah kepada para rasul dan orang-orang yang hidup pada zaman itu. Tetapi berkat para rasul, sabda Allah bisa diwartakan kepada lebih banyak orang dan kepada lebih banyak bangsa dan bahasa. Kita juga tidak lupa akan jasa dan perjuangan Santo Paulus yang hari pertobatannya dirayakan setiap tanggal dua puluh lima Januari. Namun, baik para rasul termasuk rasul Paulus adalah contoh orang-orang yang sudah bertobat. Mereka bertobat setelah mendengarkan Sabda Allah yang diwartakan oleh Yesus. Setelah Yesus baik ke surga, tugas mewartakan injil dengan tujuan agar orang-orang bertobat diteruskan oleh para rasul. Dan sekarang tugas untuk melanjutkan pewartaan dilakukan oleh kita semua. Kita sebagai umat Katolik bisa mewartakan Sabda Allah melalui cara hidup kita yang jujur, rajin, setia dan rendah hati.
REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk memahami dan mempelajari sabda Allah serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia untuk mewartakan Sabda Allah. Sabda Allah itulah yang membuat kami bertobat. Tugas mewartakan Sabda Allah dilanjutkan para rasul dan kami. Bantulah kami memahami, mempelajari dan mempraktekan Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.