Bacaan Hari ini:
Bil.21:4-9
Mzm.102:2-3,16-18,19-21
Yoh.8:21-30
“Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu .”
Yohanes 8:28
Selama masa Prapaskah ini kita merenungkan kisah sengsara Yesus melalui devosi Jalan Salib pada setiap hari Jumat. Salib Yesus harus diterima seadanya, yaitu sebagai “batu sandungan” yang luar biasa, namun harus dilihat pula dalam keseluruhan rencana Allah, serta dinilai sesuai dengan keuntungan yang dihasilkannya, yaitu pembebasan dari “kutuk Hukum Taurat” dan dosa, perdamaian kembali dengan Allah, demikian pula pendamaian antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang bukan Yahudi, yang disebut orang kafir, damai sejahtera dan sumber kehidupan. Penginjil Yohanes menekankan: Pengangkatan Yesus di salib sebagai “pengangkatanNya dalam kemuliaan”. Anak Manusia ditinggikan dalam Bahasa Yunani adalah “Hypsothenai” yang berarti disalibkan dan sekaligus dimuliakan; Yesus wafat dan mengalahkan maut.
Saudara-saudari terkasih,
Semasa hidupNya Tuhan Yesus mengajar dan melakukan perbuatan-perbuatan baik yaitu melalui tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang dikerjakanNya. Ia bekerja seperti Bapa juga bekerja sampai pada hari Dia mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, dan bahwa setiap orang harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melaksanakan kehendak Allah BapaNya. Hari ini kita mendengar sendiri dari Yesus bahwa segala sesuatu yang diajarkanNya itu berasal dari BapaNya; tidak ada sesuatu yang berasal dari diriNya selain mendengarkan Sabda Bapa dan mengatakannya kepada semua orang. Tuhan Yesus berkata: “Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; tetapi Dia yang mengutus Aku adalah benar, dan apa yang Kudengar daripadaNya, itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Namun orang-orang Yahudi, yaitu mereka yang menjadi bagian dari Umat Pilihan Allah seringkali “gagal paham” akan segala sesuatu yang dikatakan Yesus; mereka juga “buta dan tuli” sehingga tidak dapat mengenali Yesus sebagai Mesias yang diutus oleh Allah seperti yang telah diramalkan oleh para nabi. Mereka tidak bisa menerima bahwa ada “seorang nabi” datang dari Galilea; bahkan mereka mengatakan kuasa Yesus berasal dari Beelzebul, penghulu setan. Yesus dianggap mencemarkan diriNya karena bergaul dengan orang-orang berdosa dan makan bersama mereka. Mereka ini menolak Yesus dan berusaha membunuhNya.
Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus menyadari fakta yang terjadi di sekitarNya. Ia sudah berusaha untuk mencelikkan mata mereka dan membuka gendang telinga mereka serta melunakkan hati mereka bahwa Ia adalah utusan Allah. Beberapa orang berkata: “Ia telah membuat segala sesuatu baik’ dan ada juga yang bersaksi: “Yang seperti ini tidak pernah kita lihat sebelumnya”. Mereka yang menolak Yesus itu bergeming, mereka tetap menolakNya dan berusaha untuk membunuhNya. Maka Yesus harus mengingatkan mereka: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu .” Pesan yang mau disampaikan kepada kita hari ini adalah setiap orang kristiani harus membawa dan memikul salib Yesus untuk mengatakan: Yesus disalibkan untuk mengalahkan dunia yang jahat. Kita harus bangga akan salib Tuhan. Setiap kali kita membuat tanda salib kita menyatakan iman kita itu.
REFLEKSI:
Apakah aku bangga akan pengorbanan Yesus Tuhan kita di atas kayu salib?
MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, Engkau telah memuliakan PuteraMu Tuhan kami ketika Ia melaksanakan kehendakMu dan ditinggikan di atas salib itu. Buatlah kami bangga akan salibNya dan tidak malu menunjukkanNya kepada dunia. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.