Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KABAR SUKACITA

BC - 12285G | Wednesday, 25 March 2026

Bacaan Hari ini:
Yes.7:10-14;8:10
Mzm.40:7-8a.8b-9.10.11
Ibr.10:4-10
Luk.1:26-38

“Kata malaikat itu: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia..”
Lukas 1:37-38

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini adalah Hari Raya Kabar Sukacita, yaitu Santa Perawan Maria menerima Kabar dari malaikat Gabriel bahwa Ia akan mengandung dari Roh Kudus dan menjadi IBU bagi anak Allah yang harus diberi nama Yesus. Dalam percakapan rohani dengan malaikat yang cukup intens dan serius Maria menyatakan bahwa dia belum siap menjadi seorang ibu untuk melahirkan seorang anak, sebab dia belum bersuami, bagaimana itu mungkin. Tetapi malaikat Gabriel berkata kepadanya: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Sampai titik ini wanita sederhana bernama Maria itu menyadari akan “kemahakuasaan Allah” dan segera saja ia berhenti bertanya dan memutuskan untuk percaya dengan penyerahan penuh katanya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Saudara-saudari terkasih,
Apa yang mau dikatakan oleh pewartaan gereja pada hari ini? Hari Raya Kabar Sukacita ini  mau menandai peristiwa Inkarnasi, saat Sabda menjadi manusia dalam rahium Santa Perawan maria demi keselamatan umat manusia. Ini adalah inisiatip Allah untuk menyelamatkan umatNya dan tanggapan iman  manusia yang dinyatakan oleh ibu Maria yang percaya dan berserah diri pada “kemahakuasaan” Allah yang mencintai manusia. Maria adalah wanita pilihan Allah. Para teolog sering menyebut dia sebagai “Hawa Baru” yang taat pada kehendak Allah dan menerima rencana keselamatan Allah yang memintanya untuk menjadi Ibu bagi AnakNya Yesus, berbanding terbalik dengan ketidak-patuhan Hawa pertama. Jawaban Maria yang terpenting dan menentukan adalah “Fiat Voluntas Tua”, artinya “Terjadilah kehendakMu!” Inilah kunci yang membuka masuknya “rencana penebusan” Allah yang melibatkan dirinya sebagai Bunda Allah bagi Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Hari ini adalah “Sembilan bulan” sebelum hari raya Kelahiran Tuhan Yesus, yaitu hari Natal disebut hari raya Kabar Sukacita. Pesta ini sudah dirayakan oleh Gereja Timur pada tahun 550 dan dirayakan oleh Gereja Katolik sejak abad ke 7. Maria disambut oleh malaikat sebagai wanita yang paling dicintai dan diberkati  oleh Tuhan di atas segalanya. Dia berada di jajaran orang kudus, tetapi ia dihormati di tempat paling tinggi melampaui mereka semua, sebab ia dipilih dan ditetapkan oleh Allah sebagai Bunda yang melahirkan AnakNya Yesus ke dalam dunia. Apa yang dikatakan kepada Maria tentang Yesus jauh melampaui apa yang dikatakan tentang Yohanes. Tetapi tidak seperti Zakaria, Maria menjawab pesan malaikat dengan kata-kata sederhana: Terjadilah kehendakMu. Ia percaya dan membiarkan apa yang dikehendaki Allah terjadi dalam hidupnya. Inilah kabar sukacita itu; Gereja mau mengatakan tentang ini: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16) Adakah kabar yang lebih besar dan membahagiakan daripada “Cinta Allah kepada kita” agar kita tidak binasa karena dosa-dosa kita? Kita harus bergembira atas keputusan Allah yang menetapkan Maria sebagai Bunda bagi Yesus; dan jawaban positip Maria mengawali seluruh rencana keselamatanNya dengan kelahiran Yesus melalui Wanita dan Perawan yang dikandung Tanpa Noda Dosa ini.

Saudara-saudari terkasih,
Pada hari ini kita diundang oleh gereja untuk bergembira dan bersukacita sebab Maria telah mewakili kita dan menjadi wanita sempurna yang menyambut dengan penuh iman dan ketaatan agar Allah “masuk” dalam kehidupan kita melalui peristiwa “inkarnasi”, Allah menjadi manusia. Maria telah mendengar dan percaya bahwa “Bagi Allah tidak ada yang mustahil!” Maria percaya bahwa Allah BISA melakukan apa saja yang mau dikerjakannya, sekalipun kita mungkin tidak bisa mencernanya dengan nalar kita. Siapa yang dapat mengenal kehendak dan keputusan Allah. “JalanKu bukanlah jalanmu, PikiranKu bukanlah pikiranmu!” firman Tuhan. Santo Agustinus mencoba menyelami misteri Tritunggal Allah Mahakudus, tetapi ia tidak sanggup; katanya: Terlambat aku mencintaiMu! Maria tidak perlu banyak bertanya dan mengerti rencana Allah, tetapi ia mencintai Allah dan percaya. Ia membiarkan Allah melaksanakan rencanaNya.


REFLEKSI:
Apakah aku mau belajar dari Maria untuk percaya bahwa Allah pasti mencintai kita?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, kami bergembira bersama dengan gereja semesta, sebab karena kasihMu, Engkau memilih Maria menjadi Bunda Yesus dan melahirkanNya ke dunia untuk menyelamatkan kami. Terpujilah Engkau dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.