Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

ALASAN MELEMPARI YESUS

BC - 12287G | Friday, 27 March 2026

Bacaan Hari ini:
Yer.20:10-13
Mzm.18:2-3a,3bc-4,5-6,7
Yoh.10:31-42

“Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah.”
Yohanes 10:31 dan 33

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Mungkin saja kita pernah menonton di media social, seperti Youtube, media X, instargram, podcast atau reel di Facebook, Wahtsapp atau Telegram, Kesaksian melalui media televisi bahwa orang-orang Kristen memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah yang hidup. Di sisi lain kita bisa menemukan juga ada sekelompok orang atau orang tertentu mengatakan apa yang baru saja kita dengar dalam pembacaan firman pada hari ini: Yesus itu hanyalah seorang manusia; bisa-bisanya Ia mengaku sebagai Anak Allah. Orang-orang Kristen itu telah mempersekutukan Allah dan manusia. Apa yang terjadi dalam lingkup terbatas di kalangan orang Yahudi, dewasa ini dapat ditemukan secara meluas karena kemajuan teknologi.

Saudara-saudari terkasih,
Penolakan akan ke-Allah-an Yesus itu menjadi awal “kekacauan” yang terjadi di berbagai belahan dunia. Bahkan di negeri kita sendiri masih ada “sekelompok” orang yang menolak kehadiran orang-orang yang percaya kepada Yesus, membubarkan ibadahnya karena alasan ini: Orang Kristiani menyembah manusia Yesus sebagai Tuhan dan Allah mereka. Persekusi, pembakaran rumah ibadat, pembunuhan para imam dan pendeta masih terjadi sampai hari ini; alasannya cuma satu  karena kita : Percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah dan Juruselamat dunia. Itulah iman kita, itulah yang membuat kita tetap berdiri tegak dan bangga menjadi “milik Tuhan Yesus”. Apa yang dialami oleh Yesus itulah yang kita akan hadapi. Bukankah Tuhan Yesus sendiri pernah berfirman: “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu, tetapi orang bertahan sampai pada kesudahannya akan diselamatkan.” (Matius 10:22)

Saudara-saudari terkasih,
Sekalipun Tuhan Yesus sudah dengan sabar menjelaskan kepada orang-orang yang membenci dan menolaknya, yaitu orang-orang Yahudi, khususnya para ahli Taurat dan kaum Farisi, supaya mereka melihat sekurang-kurangnya apa saja yang sudah Yesus lakukan di tengah-tengah mereka. Mukjizat penggandaan roti, penyembuhan orang sakit dan pembangkitan orang yang sudah mati, tidak menarik perhatian orang-orang Yahudi ini dan mereka tidak mempedulikannya. Mereka tidak bisa menerima SATU hal ini: Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Anak Allah dan bahwa Aku dan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30). Itu artinya bahwa Yesus sedang memproklamasikan diriNya sebagai Allah. Ia bukan saja seorang manusia, ia adalah Allah yang turun ke dunia dan menjadi salah seorang dari antara kita. Ia adalah 100 % Allah dan 100 % Manusia. Maka tepatlah apa yang mereka katakana kepada Yesus ini: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah.” Ya, Yesus dikatakan telah menghujat Allah dan menyamakan diriNya dengan Allah.Namun tidak semua orang tidak berkenan. Inilah catatan penginjil Yohanes: “Dan banyak orang datang kepadaNya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi orang yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepadaNya. Dan sekarang ini, di sini dan di tempat lain “banyak orang percaya kepada Yesus” dan menerima Dia sebagai Tuhan dan JuruselamatNya. Itulah kita, betul?

Saudara-saudari terkasih,
Dunia yang semakin maju dalam bidang teknologi serta hingar-bingar yang ada di sekeliling kita, dan kejadian penolakan dan kebencian yang masih nyata terjadi, janganlah itu menggentarkan hati kita dan jangan pula kita melepaskan apa yang menjadi warisan gereja para rasul yang telah mengalami Yesus secara langsung. Kepada mereka Tuhan Yesus berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat” (Lukas 10:23) tetapi Ia juga berfirman kepada Tomas Didimus: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya: Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” (Yohnaes 20:29) Jadi janganlah kita berkecil hati, melainkan marilah kita berbahagia karena dianugerahi iman untuk menerima Yesus sebagai Anak Allah. Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Tetaplah setia kepadaNya.


REFLEKSI:
Apakah aku gentar dan mengundurkan diri untuk mengakui Yesus karena dibenci?

MARILAH KITA BERDOA:
Bapa, yang Mahabaik, berilah kami kekuatan iman untuk bertahan dan mengakui Yesus sebagai AnakMu yang Kaukasihi yang hanya kepadaNya sajalah kami harus mendengarkan. Tambahkan iman kami pada Yesus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.