Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

DEMI BANGSA ISRAEL YESUS DIKORBANKAN SAJA

BC - 12288G | Saturday, 28 March 2026

Bacaan Hari ini:
Yeh.37:21-28
Yer.31:10,11-12ab,13
Yoh.11:45-56

“Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka:” Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.”
Yohanes 11:49-50

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Ketika belajar Bahasa Indonesia di sekolah menengah dulu, guru kami mengajarkan gaya Bahasa seperti personifikasi, hiperbola, eufemisme dan masih banyak yang lain. Salah satu dari gaya Bahasa itu antara lain mengungkapkan pernyataan seperti ini: Ketika Alwi Farhan memenangi Indonesia Master, penonton berkata : Indonesia menang. Yang menang seorang Alwi, namun ia mewakili seluruh bangsa Indonesia. Istilah yang digunakan di sini adalah “Pars pro toto”, artinya sebagian untuk menyatakan semuanya. Kayafas bernubuat untuk teman-temannya orang-orang Farisi yang mulai gelisah akan ketenaran Yesus yang membuat banyak mujizat dan membuat banyak orang percaya kepadaNya. Mereka juga kuatir kalau-kalau penjajah Roma akan merampas rumah ibadat mereka. Maka kata Kayafas: “lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk,bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Saudara-saudari terkasih,
Tampilnya Yesus di hadapan umum, pengajaranNya dan perbuatan baikNya serta mukjizat yang dikerjakanNya menarik perhatian, minat dan  simpati banyak orang-orang Yahudi. Mereka yang biasanya mendengarkan para pemuka agama mereka yaitu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka sekarang beralih kepada seorang guru muda yang “luar biasa”; guru itu namaNya Yesus. Para pemuka agama Yahudi mulai merasa terganggu dan terusik; bukan hanya terusik tetapi mereka takut kehilangan peran mereka; tidak hanya takut kehilangan peran mereka kuatir akan tindakan kaum penjajah Roma yang akan merampas rumah ibadat mereka karena Yesus tampil terlalu menonjol dan mempengaruhi banyak orang. Mereka takut kalau-kalau gerakan dan tindakan Yesus bisa digolongkan upaya untuk upaya pemberontakan kepada penjajah Roma.

Saudara-saudari terkasih,
Dalam situasi krisis seperti itu tampillah seorang imam besar yang bernama Kayafas yang memberikan pandangannya: mengapa kita gelisah, marilah kita menyadari tindakan seperti ini: Yesus itu saja yang kita korbankan, maka kita akan terbebas dari kekuatiran kita dan terlepas dari kegelisahan karena kemungkinan kemarahan penjajah Roma. Lalu mereka sepakat untuk menangkap Yesus dan membunuhNya. Kalau Yesus sudah tiada, maka mereka tidak perlu merasa kehilangan peran dan kuatir akan munculnya tindakan represif dari penjajah Roma atas bangsa mereka. Jadi Yesus dikorban saja untuk keselamtan bangsa Yahudi. Para pemuka agama Yahudi sudah seia sekata bahwa memang inilah cara terbaik yang akan mereka ambil: Yesus harus diselesaikan dan dibunuh saja. Mungkin kita merasa miris dan sedih; atau ada di antara kita yang tergeltik di hati dan berkata: Orang-orang yang dipercaya dalam bidang keagamaan ini ternyata bisa bertindak sadis: membunuh orang baik untuk mengamankan kepentingan-kepentingan mereka. Mereka yang mengajar dan mendidik bangsa Israel untuk menjadi orang-orang yang taat kepada Yahweh dan melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan perintah Tuhan, ternyata mereka sendiri yang sekarang mengabaikan ajarannya dan melanggarnya.

Saudara-saudari terkasih,
Inilah krisis identitas yang dialami oleh orang-orang yang menyebut dirinya orang penting dan berpengaruh dalam masyarakat bangsa Yahudi. Dewasa ini kita masih dapat menemukan orang-orang seperti mereka. Mudah-mudahan kita tidak termasuk di dalamnya. Orang yang berteriak-teriak “say no to corruption”, namun mereka sendiri yang melanggarnya; mereka diciduk KPK dan dijebloskan ke dalam penjara. Mereka ini tergolong pada orang-orang yang disebut NATO, artinya No Action Talk Only; Bahasa kerennya “omdong” alias omong doang atau omon-omon. Banyak orang kristiani yang sudah dibaptis dan percaya kepada Yesus tetapi tidak mendengarkan Yesus dan melanggar perintah-perintahNya. Namanya saja “katolik”,  tetapi kelakuannya jauh panggang dari api. KTP Katolik, sikap dan gaya hidup memalukan. Orang katolik koq korupsi, orang katolik koq berlaku tidak adil. Hati-hati,  Tuhan melihat semuanya; jangan sibuk memperkaya diri dan memikirkan kepentingan dirimu sendiri.


REFLEKSI:
Apakah aku sudah memelihara dan menjaga imanku sekalipun harus menderita ?

MARILAH KITA BERDOA:
"
Bapa, yang Mahabaik, jauhkanlah kami dari sikap egois dan hanya memikirkan kepentingan kami sendiri. Janganlah kami gembira karena melihat orang lain menderita, tetapi bantulah kami mengasihi orang kecil itu, demi Kristus Tuhan kami. Amin.