Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KUASA YESUS

BC - 12351C | Saturday, 30 May 2026

Bacaan Hari ini:
Yud.17:20b-25
Mzm.63:2.3-4.5-6
Mrk.11:27-33

"Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."
Markus 11:33

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus KristusKetika berada di Yerusalem, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di halaman Bait Allah. Datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua. Mereka bertanya kepada Yesus: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Babtisan Yohanes itu dari sorga atau dari manusia? Berikan Aku jawabnya!” Mereka memperbincangkannya di antara mereka dan berkata: “Jikalau kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata: kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi masakan kita katakan: dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Saudara-saudara terkasih 
Tujuan utama manusia di dunia ini adalah untuk berkuasa. Kekuasaan politik adalah yang paling mudah dipahami banyak orang. Itulah sebabnya orang berebut menjadi penguasa pemerintahan, antara lain melalui pemilihan umum. Kekuasaan duniawi ini mengakibatkan seseorang memiliki kekuasaan atas orang banyak, menumpuk uang dan harta benda, mengatur masyarakat melalui hukum. Betapa menyenangkankan jika memiliki kekuasaan tersebut. Walaupun untuk memiliki kekuasaan tersebut harus disertai dengan syarat-syarat tertentu, tetapi karena menggiurkannya kekuasaan itu, banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan itu. Etika, hukum, nilai-nilai universal diabaikan. Orang bisa membenci temannya, meninggalkan saudaranya, memfitnah orang lain, mengambil harta orang lain demi mendapatkan kekuasaan itu. Cara-cara ini sudah berlangsung sejak zaman purba hingga zaman digital saat ini. Untuk mempertahankan kekuasaan, bahkan seorang pemimpin bisa menggunakan kekerasan hingga perang nuklir. Jika hendak ikut berkuasa, kita harus setia dan memuja orang yang saat ini berkuasa. Namun, kekuasaan itu tidak abadi.

Saudara-saudara Terkasih
Orang Farisi, Ahli Kitab, Imam-imam, dan tetua bangsa Israel terusik kekuasaannya oleh Yesus yang melakukan banyak tindakan hebat yang tidak bisa mereka lakukan. Banyak orang Yahudi terkesima dan kemudian mengikuti perjalanan Yesus setelah mereka menyaksikan sendiri Yesus membukakan mata orang buta, menguatkan kaki orang lumpuh, mengusir setan, bahkan menyembuhkan orang mati. Sungguh-sungguh mukjijat yang mencengangkan orang Yahudi, bahkan juga untuk kita yang hidup dua ribu tahun kemudian. Berbagai mukjijat seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Seolah-olah Yesus merebut kekuasaan atas orang Yahudi dari tangan pemimpin agama Yahudi. Iri hati, was-was, marah, benci atas popularitas Yesus ini. Jika selama ini para pemimpin agama sangat berkuasa atas kehidupan orang Yahudi, kini hal itu tergeser oleh Yesus. Aturan hukum Yahudi yang dibuat oleh Musa, dijaga para pemimpin agama, dan ditaati masyarakat Yahudi, tergeser oleh mukjijat-mukjijat yang dibuat Yesus. Walaupun kehadiran Yesus tidak bertujuan untuk menguasai orang Yahudi, tetapi apa yang dilakukan Yesus menjadi ancaman bagi kekuasaan para pemimpin agama Yahudi. 

Saudara-saudara Terkasih
Kehadiran Yesus di dunia ini dua ribu tahun lampau ternyata terus-menerus dianggap sebagai ancaman bagi kekuasaan duniawi. Sejarah kekristenan mencatat betapa orang-orang Kristiani ditangkapi dan dimasukkan ke kandang singa pada zaman Romawi Kuno. Para misionaris menjadi martir di Asia, Amerika Latin, Afrika. Pendirian gereja dihambat di banyak tempat. Bahkan beberapa gereja dan umat yang hendak beribadat menjadi korban bom. Yesus dan ajaran-Nya terus dianggap sebagai ancaman bagi sekelompok masyarakat yang menginginkan kekuasaan duniawi. Bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita menganggap Yesus dan ajaran-Nya menjadi ancaman untuk mendapatkan kekuasaan? Di beberapa negara umat Katolik sering dihalangi untuk memiliki kekuasaan politis. Karena itulah beberapa orang memilih menanggalkan status kekatolikannya, bahkan seringkali mereka meninggalkan iman katoliknya. Seseorang bisa pula dengan mudah meninggalkan iman katoliknya untuk mempertahankan hubungan dengan lawan jenis yang tidak beriman Katolik. Menjadi murid Yesus dan menerapkan ajaran-Nya dalam hidup sehari-hari sungguh tidak mudah.   


REFLEKSI
Apakah Yesus dan ajaran-Nya kita terima sebagai ancaman? Apakah kita turut menghambat tersebarnya ajaran Yesus?

MARILAH KITA BERDOA :
Ya Tuhan, menjadi murid-Mu sungguh tidak mudah. Ada berbagai rintangan yang seringkali hingga mempertaruhkan nyawa kami. Namun, Tuhan sendiri telah memikul salib-Nya, sudah semestinya kamipun memikul salib kami di dunia ini dan menyatukan-Nya dengan salib Yesus. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.