Bacaan Hari ini:
Yer.2:1-3.7-8.12-13
Mzm.36:6-7ab.8-9.10-11
Mat.13:10-17
Yesus berkata: "Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. “Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya.”
Matius 13:16.17a
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Tuhan Yesus adalah Mesias atau Juru Selamat yang sudah dijanjikan oleh Allah untuk menolon dan membebaskan bangsa Israel. Dalam Kitab Kejadian, ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah sudah menjanjikan bahwa dari keturunan Hawa, akan lahir seseorang yang akan mengalahkan kekuatan jahat dan dosa. Sementara seorang nabi besar, yakni nabi Yesaya, juga telah meramalkan bahwa suatu tunas akan keluar dari tanggul Isai dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Tunas yang akan keluar dari tanggul Isai dan taruk yang akan tumbuh itu adalah Tuhan Yesus Kristus yang lahir dari Bunda Maria. Dan masih banyak ramalan lain, yang menjanjikan muncul seorang tokoh yang mampu mengubah dunia dan umat manusia. Tokoh itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan Yesus. Dengan kata lain, Tuhan Yesus adalah tokoh idola, tokoh yang sangat diharapkan dan dinantikan oleh banyak orang, termasuk para nabi dan orang benar. Maka tidak mengherankan, bila para nabi dan orang benar amat rindu dan berharap bertemu Yesus. Tetapi harapan dan kerinduan mereka bertemu dan melihat Yesus tidak terpenuhi.
Saudara-saudari terkasih,
Bagi umat manusia yang benar-benar mengenal siapa Yesus, seperti para nabi dan orang-orang benar, pasti akan merasa sangat bahagia dan bangga jika berkesempatan melihat dan bertemu dengan Yesus. Hal inilah yang tidak disadari oleh orang Israel yang hidup pada zaman Yesus. Banyak orang Israel tidak menyadari bahwa Yesus adalah tokoh idola, yang sudah dijanjikan Allah dan kehadiran-Nya begitu diharapkan dan dinanti-nantikan para nabi dan orang benar. Namun sungguh disayangkan, ketika Yesus ada di dunia, sebagian besar orang Israel menyepelekan bahkan menolak Yesus. Karena itu, Yesus ingin mengatakan kepada para murid-Nya, bahwa seharusnya mereka bangga dan bahagia karena mereka boleh melihat Yesus dan mendengarkan suara-Nya. Yesus tidak ingin para murid-Nya bernasib sama dengan orang Israel lainnya yang tidak menyadari siapa Yesus. Sebab dosa telah membuat orang Israel tidak mampu melihat dan mendengar Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Kita umat Kristiani seharusnya menjadili orang-orang yang sangat berbangga dan berbahagia. Sebab walaupun kita tidak bisa secara langsung melihat Tuhan Yesus secara fisik dan mendengar suara suara-Nya, kita tetap mampu mendengar suara Tuhan Yesus lewat sabda-Nya yang tertulis dalam kitab suci. Kita juga sesungguhnya mampu melihat Yesus lewat mata iman kita. Lewat mata iman, kita dapat melihat Tuhan Yesus yang hadir dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya, dalam perayaan Ekaristi. Kita umat Kristiani lebih beruntung dari pada banyak umat manusia yang hidup sebelum Yesus lahir. Kita pun bisa melihat dan belajar, bagaimana Simeon yang begitu bangga dan bahagia saat bertemu dengan bayi Yesus. Simeon adalah seorang yang benar dan saleh yang menantikan Yesus. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepada Simeon telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Yesus. Setelah melihat Yesus, Simeon berani berdoa agar dia diperkenankan oleh Allah untuk meninggal. Sebab Simeon telah melihat Yesus. Bagi Simeon, melihat Yesus adalah keinginan dan harapan yang terakhir.
Saudara-saudari terkasih,
Kebahagiaan dan kebanggaan kita menjadi pengikut Tuhan Yesus, terkadang cuma sementara dan pada saat-saat tertentu. Orang yang dibaptis dewasa, hanya merasa bangga dan bahagia pada saat mereka dibaptis dan menerima komuni pertama. Sementara orang-orang yang dibaptis sejak kecil, bisa saja hanya bahagia dan bangga saat menerima komuni pertama. Setelah menerima komuni pertama, banyak orang Katolik yang kembali menjani kehidupan yang biasa-biasa saja. Seakan-akan tidak ada perbedaan antara waktu sebelum menerima komuni dan waktu sesudah menerima komuni. Kenyataan lain, menunjukkan bahwa umat Kristiani berbondong-bondong pergi ke Gereja hanya pada waktu perayaan Natal atau perayaan Paskah saja. Sementara pada hari Minggu biasa, kita kurang tertarik untuk bertemu dengan Yesus. Dan tentu hal ini, tidaklah mudah untuk kita mengubahnya. Dibutuhkan kesungguhan hati dan usaha yang tidak kenal menyerah, agar kebanggaan dan kebahagiaan kita sebagai pengikut Yesus tetap terpelihara, dengan semangat dan hidup doa kita yang baik. Selain itu, kita juga membutuhkan rahmat dari Allah.
REFLEKSI:
Apakah kita sungguh-sungguh bahagia dan bangga menjadi murid Yesus, dengan berusaha hidup lebih baik sesuai teladan Yesus?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, banyak orang ingin mendengar dan melihat Engkau termasuk para nabi dan orang benar. Kami mohon ampun karena kami sebagai pengikut-Mu, terkadang kurang memiliki kebanggaan dan kebahagiaan, bahwa kami diperkenankan boleh mendengar dan melihat Engkau. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.