Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENJADI TANAH YANG BAIK

BC - 12406N | Friday, 24 July 2026

Bacaan Hari ini:
Yer.3:14-17
Mzm.32:10.11-12ab.13
Mat.13:18-23

Yer.Yesus berkata: “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
Matius 13:23

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Injil Matius bab tiga belas diawali dengan kisah tentang seorang penabur. Kemudian dalam bacaan injil pada hari ini, Tuhan Yesus menjelaskan makan dari perumpamaan itu dengan berkata: Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat.

Saudara-saudari terkasih,
Penjelasan soal makna perumpamaan tentang seorang penabur, menggambarkan sifat atau karakter yang ada dalam hati setiap manusia. Ada manusia yang hatinya bagaikan tanah yang ada di dipinggir jalan. Mereka ini adalah orang-orang yang sulit untuk mengerti apa yang Tuhan Yesus katakan. Mungkin saja mereka menutup pintu hatinya terhadap sabda Yesus dan Roh Kudus. Sebab Roh Kudus adalah Roh Penolong yang dapat menerangi dan membantu setiap manusia untuk mengerti sabda Allah. Jika kita tidak membuka hati dan membiarkan Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, maka roh jahat bisa saja masuk dan menguasai hati kita. Ketika roh jahat yang masuk dan menguasai hati kita, maka kita bisa melakukan kejahatan apa saja. Maka kita dapat melihat bahwa ada orang yang dengan tega melakukan kejahatan demi kejahatan tanpa merasa bersalah dan merasa menyesal. Kita mungkin pernah mendenar kisah beberapa tahanan yang dibebaskan karena masa hukuman selesai. Tetapi setelah bebas, mereka kembali melakukan kejahatan.

Saudara-saudari terkasih,
Tuhan Yesus juga menjelaskan bahwa ada manusia yang hatinya bagaikan tanah yang berbatu-batu. Mereka ini dengan mudah merasa gembira. Tetapi kita tahu bahwa hidup kita tidak hanya diliputi oleh hal-hal yang baik. Ada saat-saat tertentu dimana kita mengalami kesengsaraan dan penderitaan. Bahkan kalau kita membaca sejarah Gereja dari abad pertama sampai keempat, kita menemukan banyak pengikut Yesus yang mati sebagai martir. Mereka rela disiksa dan dibunuh demi iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Nah, orang yang dengan mudah meninggalkan imannya akan Yesus ketika ada penderitaan dan penganiayaan bisa diibaratkan dengan benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu. Selain itu, Yesus juga menggambarkan sifat manusia yang hatinya seperti semak duri. Mereka ini adalah orang-orang yang diliputi oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan. Dan memang kita melihat bahwa ada orang yang begitu mudah kuatir dengan apa yang mereka makan dan minum. Mereka ini rela pergi ke dukun supaya usahanya lancar atau supaya cepat menjadi kaya bahkan mereka rela meninggalkan imannya kepada Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Yesus menjelaskan sifat atau karakter yang terakhir adalah manusia yang hatinya bagaikan tanah yang baik atau subur. Jikalau di suatu tempat terdapat tanahnya yang baik, maka apa pun yang ditanam akan tumbuh dengan dengan subur. Bahkan ada yang tiga puluh kali lipat dan ada yang enam puluh kali lipat. Demikian juga dengan hati manusia. Firman Tuhan hanya bisa masuk, bertumbuh dan berbuah dalam hati manusia yang terbuka dan mau merendahkan dirinya di hadapan Allah. Sebaliknya Firman Allah tidak bisa masuk ke dalam hati orang-orang yang bersikap sombong, curiga dan malas. Jika tidak bisa masuk ke dalam hati kita tentu saja tidak mungkin dapat bertumbuh apalagi untuk berbuah. Dan keadaan kita saat ini dimana harga barang terus naik bisa membuat hati kita seperti tanah di pingggir jalan, tanah yang berbatu atau seperti semak duri atau seperti tanah yang baik. Sebagai manusia kita semua pasti menginginkan agar hati kita menjadi tanah yang baik. Tetapi supaya hati kita menjadi tanah yang baik atau subur dibutuhkan usaha keras yang terus-menerus dan tanpa kenal lelah untuk mengeluarkan hal yang jahat dari hati kita.


REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha agar hati kita menjadi tanah yang baik sehingga sabda Tuhan dapat tumbuh dan berbuah?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia untuk menaburkan benih sabda Allah ke dalam hati kami. Bantulah kami umat-Mu supaya hati kami menjadi tanah yang baik dimana benih sabda-Mu dapat bertumbuh dan berbuah kebaikan sehingga dapat dinikmati dan dirasakan sesama kami. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.