Bacaan Hari ini:
2Kor.4:7-15
Mzm.126:1-2ab,2cd-3,4-5,6
Mat.20:20-28
( Pesta ST. Yakobus, Rasul )
Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.
Matius 20:21
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Pada hari ini, Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan pesta Santo Yakobus, satu dari dua belas rasul Tuhan Yesus. Dan bacaan injil yang ditampilkan pada hari ini diambil dari kisah ibu dari Yakobus yang meminta posisi atau jabatan tertentu untuk kedua anaknya. Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Artinya Tuhan Yesus memberikan peringatan keras.
Saudara-saudari terkasih,
Ketika para murid mulai meminta jatah tertentu, khususnya yang berkaitan dengan jabatan, posisi atau pangkat, Tuhan Yesus malahan hadir dengan ajaran yang sama sekali bertolak belakang. Yesus bersabda : “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Dari sabda Yesus ini menjadi sangat jelas bagi kita bahwa menjadi seorang hamba atau menjadi pelayan jauh lebih penting dan mulia daripada menjadi seorang pejabat atau penguasa. Dengan memiliki jabatan maupun kekuasaan ada kecenderungan bagi kita manusia untuk menyalahgunakan jabatan atau kekuaasan yang dia miliki. Berbeda dengan seorang hamba yang tidak dapat berbuat apa-apa, selain melayani. Artinya Yesus hanya mengharapkan kita semua untuk menjadi hamba yang melayani.
Saudara-saudari terkasih,
Hal-hal dunia dengan mudah menjatuhkan kita. Kita ingat para pemimpin dunia, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri, seperti presiden yang bertahun-tahun berkuasa. Dengan menjadi presiden atau pemimpin, tentu saja memberi banyak kemudahan dan keuntungan. Akibatnya segala cara ditempuh agar mereka tetap menikmati kemudahan dan keuntungan tersebut. Dari sini muncullah korupsi, hubungan pertemanan dan keluarga yang tidak sehat yang menjurus kepada hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Hal yang sama terjadi dengan orang yang kaya atau memiliki harta. Dan Yesus tahu persis bahwa manusia mudah tergoda atau terpengaruh oleh uang, jabatan dan hal dunia lainnya. Satu contoh yang paling nyata adalah Yudas Iskariot, salah satu murid kepercayaan Yesus, yang pada akhirnya mengkhianati Yesus. Yudas Iskariot mengkhianati Yesus karena uang. Artinya ajaran Yesus agar para murid-Nya menjadi pelayan dan hamba gagal dijalankan oleh Yudas Iskariot. Yudas Iskariot tergoda oleh hal duniawi.
Saudara-saudari terkasih,
Dari pesta santo Yakobus rasul Yesus, kita belajar beberapa hal. Pertama, menjadi orang terkenal dan selalu dikenang sepanjang masa bukan karena pangkat atau kekayaan tetapi karena mau menjadi hamba yang melayani sesuai teladang Tuhan Yesus. Memang ada tokoh terkenal dan dikenang seperti Hitler dari Jerman dengan partainya bernama Nazi. Namun dia terkenal karena kejahatan dan kekejamannya yang luar biasa. Dan sikap serta perilaku Hitler ini tentu sangat tidak sesuai dengan ajaran Yesus, yang menghendaki kita untuk menjadi hamba dan pelayan. Hamba dan pelayan tidak akan pernah melakukan kekerasan apalagi sampai membunuh orang ain yang tidak bersalah. Yang dilakukan oleh seorang hamba atau pelayan justru sebaliknya,. Seorang pelayan rela menderita dan melakukan apa saja untuk menyenangkan dan membahagiakan tuannya. Kedua, sebagai pengikut Yesus kita diajak untuk menjadi seorang hamba atau pelayan. Sebagai hamba pertama-tama kita hendaknya taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah ditunjukan dengan ketaatan kepada tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Yesus sendiri telah memberikan sebuah contoh. Sebagai seorang hamba, Yesus rela mati
REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha meneladani santo Yakobu rasul yang mau menjadi hamba dengan melayani dan berkorban?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan supaya kami para pengikut-Mu belajar menjadi hamba yang mau melayani, seperti yang dilakukan oleh rasul Yakobus. Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar kami jadi orang yang rendah hati, sehingga bisa melayani sesama kami dengan tulus. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin