Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MENJADIKAN ALLAH HARTA DAN MUTIARA

BC - 12408N | Sunday, 26 July 2026

Bacaan Hari ini:
1Rah.3:5,7-12
Mzm.119:57,72,76-77,127-128,129-130
Rm.8:28-30
Mat.13:44-52 ( Mat.13:44-46)
( Pw.St.Yokin & Sta.Anna, Orang Tua SP Maria)
( Hari Orang Tua Kakek n Nenek Sedunia )

Kata Yesus: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Matius 13:44

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Dalam bacaan injil hari ini kita membaca bagaimana Yesus menjelaskan Kerajaan Allah lewat perumpamaan. Yesus bersabda : "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Dari kedua perumpamaan ini, kita dapat melihat bahwa Yesus menjelaskan Kerajaan Allah dengan mengambil contoh dari barang atau benda yang berharga. Harta adalah benda atau barang baik berupa uang, rumah, mobil atau barang lain yang dimiliki oleh seseorang sebagai kekayaan. Sedangkan mutiara adalah barang atau benda perhiasan yang sangat mahal harganya, sehingga dicari oleh manusia. Selain, kedua perumpamaan di atas, Tuhan Yesus juga menyampaikan bahwa Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Saudara-saudari terkasih,
Dengan mengangkat perumpamaan tentang harta dan mutiara, Tuhan Yesus ingin melihat sisi lain dari Kerajaan Allah. Kerajaan Allah sesungguhnya sangat mempesona, menarik dan memikat hati serta sungguh-sungguh bernilai. Karena sangat mempesona, menarik dan memikat hati serta sungguh bernilai, maka tidak heran ketika orang yang melihat atau menemukannya rela berkorban dengan menjual segala harta demi memperoleh harta dan mutiara tersebut. Dalam keterkaitan dengan situasi ini, contoh nyata bisa kita lihat dalam diri para rasul. Para rasul menjadikan Yesus sebagai harta dan mutiara yang sangat bernilai dan memikat hati sampai mereka rela meninggalkan pekerjaan, orang tua dan sanak saudara serta rela tidak menikah demi Kerajaan Allah. Sementara orang lain di luar para rasul, belum mampu melihat dan menemukan harta terpendam dan mutiara yang amat berharga dalam diri Yesus, sehingga mereka tak peduli dengan apa yang wartakan Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Menjadikan Allah sebagai harta dan mutiara tidak mudah. Dari perumpamaan tadi, kita melihat ada suatu proses atau tahapan-tahapan yang harus kita lalui. Artinya harta yang terpendam itu ditemukan oleh orang yang bekerja, dan tidak pernah ditemukan oleh orang-orang yang hanya duduk atau menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Dengan kata lain, Kerajaan Allah tidak datang sendiri, tetapi diperjuangkan. Dan dari perumpamaan ini, harta terpendam itu kemungkinan besar ada di dalam tanah. Maka sebelum ditemukan, pasti orang tersebut menggali tanah yang ada di ladang milik orang lain. Karena itu, jika kita ingin menjadikan Allah sebagai harta yang bernilai, kita perlu melakukan upaya atau usaha. Hal inilah yang jarang kita lakukan. Kita umat Katolik dan Kristen sebagian besar hanya menjadi pengikut Yesus yang biasa-biasa saja. Kita belum mampu menemukan keindahan dan nilai yang terpendam dalam diri Allah. Kita bisa melihat banyak contoh. Misalnya, ada orang yang merasa biasa saja atau tidak merasa rugi, jika dia tidak pergi ke Gereja atau berdoa. Ada juga umat Kristiani yang meninggalkan agama tanpa merasa rugi.

Saudara-saudari terkasih,
Hati kita ibarat ladang, dimana kita bisa menemukan harta dan mutiara yang sangat berharga, yakni Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, lewat banyak situasi yang berbeda, kita sebenarnya dapat menemukan Allah. Para nelayan bisa menemukan harta dan mutiara di dalam laut. Ikan yang ditangkap nelayan, bagaikan harta dan mutiara. Para petani yang bekerja di ladang, kebun atau sawah, tidak mungkin menemukan ikan seperti nelayan. Sementara bagi petani ladang, kebun atau sawah adalah tempat harta dan mutiara bisa ditemukan. Sebab dari ladang, kebun atau sawah akan menghasilkan padi, buah-buahan, sayur-sayuran, jagung dan hasil pertanian lainnya yang bisa dimakan untuk keluarga maupun untuk dijual demi keperluan lain seperti Pendidikan dan kesehatan. Namun pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa melihat Allah dari hasil pertanian atau hasil laut. Jawabannya adalah ketika kita mampu bersyukur dan memuji Allah, bahwa ikan yang kita tangkap atau hasil pertanian, atau gaji semata-mata berasal dari kemurahan dan kebaikan Allah. Lewat pengalaman ini, kita terdorong semakin bersatu dan percaya kepada Allah.  


REFLEKSI:
Apakah kita sudah berusaha menjadikan Allah sebagai harta dan mutiara yang senantiasa kita cari sampai mengorbankan diri kita?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Kerajaan Allah yakni Allah sendiri yang Engkau wartakan ibarat harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga. Bukalah mata iman kami, yang sering dibutakan oleh dunia dan dosa-dosa kami, sehingga kami dapat menemukan harta dan mutiara itu di dalam Allah. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.