Bacaan Hari ini:
Yer.13:1-11
MT.UI 32:18-19.20.21
Mat.13:31-35
Yesus bersabda: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.”
Matius 13:31
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Pada suatu ketika Yesus menyampaikan suatu perumpamaan kepada para murid-Nya demikian: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Yesus melanjutkan dengan menceriterakan perumpamaan berikut: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan. Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
Saudara-saudara terkasih
Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Sebagai Allah Yesus hidup di surga dan mengenal betul kehendak Bapa kepada manusia dan perutusan Bapa kepada diri-Nya. Di sisi lain Yesus juga mengenal betul keterbatasan manusia untuk memahami hal-hal illahi, seperti Kerajaan Surga, akhir zaman, Tri Tunggal Maha Kudus, sifat Allah, hidup manusia, makhluk-makhluk surgawi. Padahal kemanusiaan murid-murid Yesus masih berkutat pada hal-hal duniawi, seperti makanan, pakaian, uang, kesehatan, keluarga. Yesus tidak menyatakan bahwa kemanusiaan lebih rendah daripada keillahian. Untuk itulah Yesus menyampaikan perumpamaan yang menggunakan kata-kata dan cerita dalam hidup sehari-hari yang dialami para murid-Nya. Yesus hendak membumikan yang illahi dengan wajah manusiawi. Pewartaan semacam ini akan menjadi model bagi Gereja di waktu-waktu selanjutnya. Budaya masyarakat setempat di berbagai penjuru dunia menjadi dasar dalam mewartakan ajaran Gereja Katolik yang berpusat di Roma. Dengan demikian masyarakat lebih mudah menerima ajaran Gereja Katolik tanpa mengubah yang sudah dihidupi masyarakat sejak nenek moyang mereka. Gereja Katolik diterima sebagai bagian dari budaya setempat. Bukan budaya asing.
Saudara-saudara Terkasih
Apa yang dimaksud Yesus dengan perumpamaan tentang biji sesawi? Mengapa yang dibicarakan tentang biji sesawi terlebih tentang ukurannya yang kecil, yang kemudian akan menjadi pohon yang besar melebihi semua pohon lain? Apakah hebatnya biji dari sesawi itu? Yesus jelas bukan seorang ilmuwan tentang tumbuh-tumbuhan. Yesus memang bukan akan menjelaskan tentang pohon sesawi itu. Perumpamaan tentang pohon sesawi itu untuk menjelaskan Kerajaan Allah. Bagaimana memahaminya? Pada masa-masa sebelumnya, agama-agama tradisional menjelaskan tentang sorga sebagai sebuah tempat yang jauh dari dunia dan perlu proses yang berat untuk mencapainya. Tuhan sendiri berada di sorga yang tak terjangkau tersebut. Menjadi sulit bagi manusia untuk mencapai surga dan bertemu Tuhan di surga. Bagaimana mencapai keillahian? Melalui jalan kecil, sederhana, dan sehari-hari. Santa Theresia Liseux mengajarkan tentang cara hidup sederhana menuju kesucian. Begitu juga dengan Kerajaan Allah: dipahami, dijiwai, dilaksanakan dalam hal-hal kecil, akan berkembang sendiri. Bukankah dari Yesus bersama ke dua belas rasulnya di Israel dua ribu tahun lampau, saat ini Gereja sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Saudara-saudara Terkasih
Jika pada zaman dulu para misionaris, biarawan-biarawati menjadi ujung tombak perkembangan Gereja, maka pada sekarang banyak sekali umat awam yang terlibat aktif dalam penyebaran ajaran Gereja Katolik. Di setiap paroki ada banyak lingkungan, wilayah, seksi, bagian, kategorial yang digerakkan oleh kaum awam. Bahkan di stasi-stasi yang jauh di mana kunjungan pastor jarang sekali, prodiakon berperan penting di sini untuk menyebarkan Sabda Allah. Pada masa sekarang Gereja tidak berurusan hanya dengan liturgi di gedung gereja, tetapi juga menyapa masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Itulah salah satu sebab mengapa orang Katolik tidak hidup secara eksklusif, tetapi inklusif. Umat Katolik dikenal antara lain karena kejujurannya dalam pengelolaan uang, damai di dalam keluarganya, memiliki toleransi dengan masyarakat lain. Pernik-pernih keseharian yang tidak terlihat nyata sebagai ajaran Katolik ini akan menyampaikan ajaran gereja Katolik kepada masyarakat luas. Biji sesawi yang disebarkan umat Katolik awam maupun biarawan itu akan berkembang melebihi kekuasaan dunia.
REFLEKSI
Apakah kita terlibat aktif menyebarkan Sabda Allah kepada masyarakat?
Apakah kita terlibat dalam pelayanan di paroki kita masing-masing?
MARILAH KITA BERDOA
Ya Tuhan, betapa mengagumkan karya-Mu bagi perkembangan gereja-Mu. Dengan memakai orang-orang sederhana Engkau taburkan benih iman ke seluruh penjuru dunia. Bukalah hati kami untuk ikut terlibat dalam karya-Mu ini. Engkaulah Tuhan kami. Kini dan sepanjang masa. Amin.