Bacaan Hari ini:
Ams.21:1-6.10-13
Mzm.119:1.27.30.34.35.44
Luk.8:19-21
Orang memberitahukan kepadaNya: IbuMu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Yesus menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."
Lukas 8:20-21
Saudara-saudari terkasih,
Perkataan Yesus bahwa ibu dan saudara-Nya adalah mereka yang mendengar dan melaksanakan firman Allah, tentu tidak enak didengar. Ibu dan saudara-saudara Yesus bisa saja tersinggung. Kita semua dan siapa saja yang membaca dan mendengar perkataan Yesus ini pun bisa memberi kesimpulan bahwa Yesus menolak atau tidak menghargai ibu dan saudara-saudara-Nya. Kesimpulan ini ada benarnya, tetapi tidak tepat. Sebab saat itu, Yesus berbicara bukan sebagai anak, tetapi sebagai Allah. Sebab sebagaimana yang kita imani bahwa Yesus seratus persen Allah dan seratus persen manusia. Ini berarti ada kalanya Yesus bertindak dan berbicara sebagai manusia serta bertindak dan berbicara sebagai Allah. Pada saat Yesus berbicara sebagai Allah, semua orang harus tunduk dan patuh termasuk ibu dan saudara-Nya. Dan dalam teks injil hari ini Yesus sedang berbicara sebagai Allah. Dihadapan Allah semua terbuka. Syarat-syarat untuk menjadi keluarga dan saudara Yesus pun jelas dan transparan, sehingga setiap orang dapat mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk menjadi keluarga Yesus sekaligus keluarga Allah.
Saudara-saudari terkasih,
Perkataan Yesus bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya adalah orang-orang yang mendengar dan melaksanakan firman Allah, memberi pemahaman baru bagi kita. Pertama, menyangkut hubungan darah. Yesus dan Bunda Maria memiliki hubungan darah sebagai anak dan ibu. Namun keselamatan tidak bisa dikaitkan dengan hubungan darah. Keselamatan adalah urusan pribadi manusia dengan Allah. Dalam situasi ini, Yesus tidak bisa menjamin ibu dan saudara-saudara-Nya untuk masuk surga. Yang menjadi jaminan adalah usaha manusia sendiri, apakah mereka mendengar sabda Allah dan melakukannya. Dengan cara ini, Yesus hendak menegaskan bahwa semua orang harus berjuang untuk masuk surga, bukan hanya hidup bermalas-malasan atau mengandalkan orang lain atau hanya mengharapkan belas kasih Allah. Sebab belas Allah tetap menuntut usaha, perjuangan bahkan pengorbanan manusia. Kedua, siapa saja bisa menjadi ibu, ayah dan saudara Yesus. Syaratnya yakni mendengar dan melaksanakan semua perintah Allah yang tertulis dalam kitab suci dan Kini diajarkan dan diteruslah oleh Gereja Katolik.
Saudara-saudari terkasih,
Perkataan Yesus dalam injil hari ini, memaksa kita berpikir keras, tentang keberadaan kita sebagai pengikut Yesus. Sebab jika Yesus saja tidak segan-segan berkata bahwa hanya orang yang mendengar dan melaksanakan firman Allah, yang dapat disebut ibu dan saudara Yesus; maka kepada kita pun Yesus akan mengatakan hal yang sama, bahwa mereka yang layak disebut pengikut Yesus atau umat Kristiani, hanya mereka yang mendengar dan melaksanakan firman Allah. Oleh karena itu, orang-orang Katolik dan Kristen yang tidak mendengar dan melaksanakan firman Allah tidak bisa lagi disebut sebagai pengikut Yesus. Sebab kita tidak bisa menjadi pengikut Yesus yang setengah-setengah. Artinya kita hanya mendengar tetapi tidak melakukan apa yang Yesus perintahkan. Demikian pula sebaliknya, kita tidak bisa melakukan apa yang tidak kita dengar. Itu berarti, penting bagi kita untuk membaca atau mendengar sabda Tuhan. Setelah kita membaca atau mendengar, kita baru bisa melakukannnya. Kita tidak bisa mengarang atau menduga apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. sebab semua itu sudah tertulis dalam kitab suci.
REFLEKSI:
Apakah selama ini sebagai pengikut Yesus, kita sudah berusaha untuk mendengar atau membaca sabda Allah dan tekun melakukannya?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan bahwa ibu dan saudara-saudara-Mu adalah orang-orang yang mendengar dan melaksanakan firman Allah. Semoga dengan kekuatan Roh Kudus-Mu, kami senantiasa tergerak tidak hanya mendengar sabda-Mu tetapi berusaha untuk melakukannya. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.