Bacaan Hari ini:
Yes22:19-23
Mzm.138:1-2a,2bc-3,6,8bc
Rm.11:33-36
Mat.16:13-20
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Yesus mengutus mereka memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang.
Lukas 9:1-2
Saudara-saudari terkasih,
Perbedaan lain antara Yesus dengan orang Farisi dan ahli Taurat adalah dalam hal berbagi. Orang Farisi dan ahli Taurat sebenarnya juga memiliki kuasa dan wewenang mengajarkan Kerajaan Allah. Persoalannya, mereka sombong dan menganggap diri mereka paling hebat. Sementara Yesus mau membagikan kuasa dan tenaga-Nya kepada para murid. Dengan cara demikian, Yesus membagi beban dan tanggung jawab. Yesus memberi kepercayaan kepada para rasul. Sebab sesungguhnya Allah bisa memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya. Artinya kuasa dan tenaga Allah yang dahsyat, tidak terbatas pada orang tertentu. Kita melihat bahwa Yesus sendiri yang adalah Anak Allah atau sebagai Allah Putra, berniat membagikan kuasa dan tenaga yang Yesus miliki. Tuhan Yesus pun tidak takut akan kehilangan kuasa dan tenaga itu. Karena kuasa dan tenaga itu berasal dari Allah, sehingga tak pernah habis. Allah memberikan kuasa itu kepada kita secara gratis.
Saudara-saudari terkasih,
Ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajari dari bacaan injil hari ini. Pertama, mengenai pengkaderan. Pengkaderan adalah proses atau upaya untuk menyiapkan seseorang menjadi pribadi yang pada akhirnya mampu mandiri, bertanggung jawab dan mampu memimpin diri sendiri maupun orang lain di kemudian hari. Dan walaupun Yesus adalah Tuhan yang berkuasa, namun Yesus tetap memakai cara manusia, dengan melatih para murid-Nya. Lewat pengkaderan, iman diwariskan dari masa ke masa. Sebaliknya kalau kita gagal melakukan pengkaderan, maka iman kita kepada Yesus akan hilang. Kita dapat melihat contoh dibeberapa daerah atau negara, dimana para pengikut Yesus mulai berkurang. Kedua, pentingnya membagi kuasa dan tenaga. Sebab hidup kita dibatasi waktu dan umur. Sebab itu, orang yang memiliki kelebihan dalam bidang tertentu dapat membagikannya kepada sesama seperti dilakukan oleh para Pujangga Gereja seperti Santo Agustinus dan Santo Thomas Aquinas. Mereka mewariskan pemikiran mereka lewat tulisan-tulisan mereka yang sangat penting dan berguna bagi kita sampai sekarang.
Saudara-saudari terkasih,
Berbagi dalam banyak hal termasuk tenaga dan kuasa tidak membuat manusia kerdil atau miskin. Orang pandai yang mau membagikan ilmunya tidak akan membuat orang itu bodoh. Sebaliknya justru membuatnya menjadi tambah pandai. Orang kaya yang rela berbagi dengan yang berkekurangan, tidak pernah membuatnya menjadi miskin. Sebaliknya membuat orang itu bertambah kaya. Demikian pula orang-orang yang memiliki kuasa, jabatan dan pengaruh akan tetap kuat dan bertahan lama, jikalau mereka mau membagikan apa yang mereka miliki. Ini berarti tidak ada tempat bagi manusia yang mau menang sendiri, manusia yang serakah dan mementingkan diri sendiri. Gereja Katolik ada dan tetap hidup karena berbagi. Dengan berbagi, hidup kita kita jadi berguna bagi sesama. Maka sekecil apapun yang kita bagikan, akan sangat berarti bagi sesama. Kita pun dikenang orang lain dari apa yang kita bagikan. Kita bisa membagikan apa saja sesuai keadaan dan pekerjaan kita. Bahkan bagi para lansia dan mereka yang hanya terbaring di rumah, mereka dapat membagikan waktu mereka dengan berdoa bagi Gereja dan dunia.
REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk membagikan apa yang kita miliki kepada orang-orang yang berada di sekeliling kita?
MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia mewartakan Kerajaan Allah. Dalam mewartakan Kerajaan Allah, Engkau melibatkan para rasul dengan membagi tenaga dan kuasa kepada mereka. Bantu kami supaya ikut berbagi iman, harapan dan kasih, agar hidup kami berguna bagi sesama. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.