Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

MERASA CEMAS

BC - 12468N | Thursday, 24 September 2026

Bacaan Hari ini:
Why 21:9b-14
Mzm.145:10-11,12-13ab,17-18
Yoh.1:45-51

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali.
Lukas 9:7.8a

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Bacaan injil hari ini berbicara tentang kecemasan raja Herodes setelah mendengar kemunculan Yesus. Tetapi saat itu ada banyak nama Herodes. Ada Herodes Agung, ada Herodes Arkhelaus, ada Herodes Antipas serta ada Herodes Agripa. Dan Herodes yang dibahas dalam injil hari ini adalah Herodes Antipas atau disingkat dengan nama Herodes. Herodes inilah yang membunuh Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis adalah seorang pilihan Tuhan, yang diutus secara khusus untuk menyiapkan jalan bagi Yesus Sang Juru Selamat. Herodes Antipas membunuh Yohanes Pembaptis karena rasa sakit hati dari Herodias, isterinya. Dengan licik Herodias memanfaatkan anak perempuannya untuk meminta Herodes membunuh Yohanes Pembaptis. Rupanya Herodias, isteri raja Herodes yang saat itu sangat berkuasa, masih menyimpan dendam kepada Yohanes Pembaptis. Sebab Yohanes Pembaptis adalah satu-satu orang yang menentang dan mengeritik keras raja Herodes yang menikahi Herodias. Herodias sendiri sesungguhnya sudah bersuami.

Saudara-saudari terkasih,
Tindakan raja Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, menjadi duri dalam daging. Sebab dari hati yang terdalam, sesungguhnya raja Herodes tidak mau membunuh Yohanes Pembaptis. Raja Herodes mengetahui bahwa Yohanes Pembaptis merupakan orang benar dan suci. Namun janji raja Herodes kepada putrinya untuk memberi apa saja yang dia minta jadi awal dari malapetaka yang menimpa Herodes. Setelah menari dan menyukakan hati Herodes dan tamu undangan, putri Herodes minta kepala Yohanes Pembaptis di atas talam. Permintaan putrinya ini dipengaruhi oleh Herodias ibunya, yang sudah lama mencari cara membunuh Yohanes Pembaptis. Maka tidak ada cara lain bagi Herodes untuk membunuh Yohanes Pembaptis sesuai permintaan anaknya. Namun setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, hati Herodes malahan tidak bisa tenang. Ditambah lagi ada berita tentang munculnya seorang tokoh yang mirip Yohanes Pembaptis. Artinya, raja Herodes masih terbawa dengan perasaan bersalah dan takut ada upaya balas dendam.

Saudara-saudari terkasih,
Berita munculnya Tuhan Yesus, ternyata mengingatkan raja Herodes akan Yohanes Pembaptis. Mendengar berita itu, Herodes Antipas merasa cemas. Herodes merasa cemas karena beberpa hal. Pertama, Herodes cemas Yohanes Pembaptis muncul untuk membalaskan dendamnya. Kedua, Herodes cemas kehilangan jabatannya. Sebab dari berita yang ia dengar, kehadiran Yesus berpeluang menjadi pemimpin atas bangsa Israel. Jika ada pemimpin baru, tentu raja Herodes akan kehilangan kekuatan dan kekuasaannya. Dan ketika seseorang kehilangan kekuatan dan kekuasaan, orang itu mudah dimusnahkan dan diruntuhkan. Namun sesungguhnya, perasaan cemas yang dialami oleh Herodes dipengaruhi oleh kejahatan dan dosa yang telah dia lakukan di masa lalu. Hal ini menyadarkan kita bahwa kejahatan dan dosa apa pun bentuknya, akan terus menghantui kita. Dosa dan kejahatan membuat kita menjadi cemas dan tidak damai.  Dan ternyata jabatan raja yang disandang oleh raja Herodes tidak serta merta membuat raja Herodes terbebas dari rasa cemas akan masa lalunya maupun raja cemas akan kehilangan jabatannya.

Saudara-saudari terkasih,
Perasaan cemas dialami setiap manusia. Namun ada perasaan cemas yang biasa dan ada yang tidak biasa. Perasaan cemas yang biasa, dipengaruhi hal-hal yang kecil dan sederhana. Karena berasal dari sesuatu yang kecil dan sederhana, maka akan hilang dengan sendirinya, seiring dengan berjalannya waktu. Misalnya, orang tua cemas ketika anaknya belum pulang dari sekolah. Pada saat anaknya pulang dari sekolah, perasaan cemas itu akan hilang. Sebaliknya ada perasaan cemas yang tidak biasa. Perasaan cemas yang tidak biasa ini dipengaruhi hal-hal besar dan penting. Karena dipengaruhi hal yang besar dan penting, perasaan cemas ini tidak mudah hilang dalam waktu singkat, seperti yang dialami Herodes. Perasaan cemas jenis ini hanya akan hilang bila kita mencari tahu penyebabnya dan mencari jalan keluarnya. Dan bagi kita umat Katolik, jika perasaan cemas dipengaruhi oleh dosa dan kejahatan, maka kita dapat mengatasinya dengan mengakui dosa kita lewat sakramen tobat. Pengakuan dosa secara jujur dan tulus dapat menyembuhkan dan membebaskan kita dari rasa cemas yang mengganggu kehidupan kita.


REFLEKSI:
Apakah selama ini hidup kita lebih banyak dipengaruhi perasaan cemas, ataukah hidup kita dipenuhi oleh kedamaian dan sukacita dari Allah?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia mewartakan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah yang Engkau wartakan bertujuan untuk membebaskan kami dari dosa, termasuk perasaan cemas yang diakibatkan dosa-dosa kami. Buka mata hati kami, agar bisa melihat dosa kami dan mengakuinya. Doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.