Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

TIDAK MENGERTI

BC - 12470N | Saturday, 26 September 2026

Bacaan Hari ini:
Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.
Lukas 9:45

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Bacaan injil kemarin berbicara tentang Yesus yang mengajukan pertanyaan paling penting, yakni siapakah Yesus menurut orang banyak dan menurut para rasul. Jawaban yang muncul pun berbeda-beda. Menurut orang banyak, Yesus adalah Yohanes Pembaptis. Ada yang  mengatakan bahwa Yesus adalah Elia, dan yang lain mengatakan, bahwa Yesus adalah seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi ketika pertanyaan itu diberikan kepada para murid, Petrus satu dari dua belas rasul Yesus pun langsung menjawab bahwa Yesus merupakan Mesias dari Allah. Dan ternyata jawaban Petrus itu benar. Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Sementara injil pada hari ini mengisahkan bahwa ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya melalui perumpamaan dua orang anak. Anak yang pertama berkata iya kepada ayahnya tetapi tidak melakukan sementara anak kedua berkata tidak tetapi melakukannya.

Saudara-saudari terkasih,
Dalam sepintas, kita melihat perbedaan antara bacaan injil pada hari ini dengan bacaan injil kemarin. Kemarin kita mendengar para rasul yang sudah lama hidup bersama Yesus sehingga mampu menjawab pertanyaan Yesus dengan baik.  Artinya para murid mulai mengerti dan mengetahui siapa Tuhan Yesus. Namun ada satu catatan penting bahwa jawaban Petrus yang benar dan sesuai harapan Yesus, namun tidak serta merta membuat para rasul mengenal Yesus seutuhnya. Sebab masih banyak hal yang sesungguhnya tertutup bagi para murid. Hal itu tertutup bukan hanya semata-mata karena keterbatasan dan kelemahan manusia, namun karena luas dan dalamnya misteri atau rahasia yang tersembunyi dalam diri Yesus. Bahkan sampai ibu Maria, Bunda Yesus pun sesungguhnya tidak mengenal Yesus secara baik dan benar. Dan ketidakmampuan para rasul mengenal Yesus dan tugas perutusan yang Dia terima dari Allah dapat kita lihat dan kita dengar dalam injil hari ini. Para murid tidak paham ketika Yesus berbicara tentang sengsara dan wafat-Nya.

Saudara-saudari terkasih,
Kita bisa bertanya, bagaimana para murid di satu sisi mampu mengenal Yesus, tetapi di sisi lain tidak mampu mengenal Yesus. Pertanyaan ini dapat kita jawab dari dua sisi. Pertama, dari sisi para murid. Para murid bukan orang-orang pintar. Mereka bukan ahli Taurat atau orang Farisi yang memiliki ilmu tinggi dalam bidang agama. Para murid Yesus adalah orang biasa, sederhana dan tidak terpandang. Tetapi  melalui  orang-orang biasa, sederhana dan tidak terpandang itu Yesus mau menunjukkan kekuasaan dan ke-Ilahian-Nya. Pada saat para murid hidup dan tinggal bersama Yesus, mereka tetaplah manusia yang mempunyai kelemahan dan kekurangan. Kelemahan dan kekurangan itulah yang membuat para rasul tidak sepenuhnya mengerti dan mengenal Yesus. Kedua, dari sisi Tuhan Yesus. Yesus adalah manusia sekaligus Allah. Sebagai Allah, para rasul tidak mungkin mengenal Yesus seutuhnya. Kenyataan ini menyadarkan kita bahwa kita pun tidak dapat memahami Tuhan Yesus dengan benar. Dan jikalau kita yang sudah lama mengikuti Yesus masih kesulitan untuk mengenal siapa Yesus, apalagi mereka yang bukan pengikut Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Para murid Yesus saja yang setiap hari hidup dan melihat Yesus secara langsung, namun mereka belum mampu sepenuhnya mengenal Yesus. Apalagi kita umat Katolik yang tidak pernah melihat Yesus secara langsung. Maka kita perlu berjuang lebih keras dari apa yang dilakukan para rasul Yesus zaman dulu. Tetapi dalam kenyataannya hanya sedikit dari umat Kristiani yang berjuang untuk mengenal dan mengerti siapa Yesus secara lebih mendalam. Oleh karena itu, tidak mengherankan pula bila banyak hal yang tidak kita mengerti. Kita tidak bisa mengerti mengapa daerah atau wilayah kita sering ditimpa bencana alam? Kita tidak mengerti mengapa keluarga kita banyak mengalami masalah, padahal kita sering berdoa dan aktif dalam di Gereja atau lingkungan. Dan masih banyak pertanyaan lain yang menunjukkan ketidakmengertian kita terhadap banyak hal dalam kehidupan kita. Namun dalam ketidakmengertian itu, kita tetap terus berusaha untuk setia. Sebab tanpa kita sadari rahmat Allah akan memampukan kita untuk menjalani kehidupan kita dengan lebih baik, meskipun masih banyak hal yang tidak kita mengerti.

REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah menyadari bahwa kita tidak akan pernah mengerti segala sesuatu, sehingga kita perlu belajar terus-menerus?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, para murid dan kami pun belum mampu mengerti tentang kabar dukacita bahwa Engkau akan menderita dan wafat. Tuhan bantulah kami mengerti bahwa kesengsaraan dan kematian adalah bagian dari hidup kami sekaligus menjadi jalan menuju kehidupan yang abadi. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.