Broadcast
Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

KESEMPATAN BERTOBAT

BC - 12471N | Sunday, 27 September 2026

Bacaan Hari ini:
1Kor.1:1-9
Mzm.145:2-3.4-5.5-7
Mat.24:42-51
( Pw. Sta.Monika )

Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah
Matius 21:31b

† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Dalam bacaan injil pada hari, Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang dua orang anak dengan sifat yang berbeda, kata-Nya:"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Saudara-saudari terkasih,
Orang Israel adalah bangsa pilihan Allah. Mereka diplih dan diperlakukan secara khusus oleh Allah. Tidak ada suatu bangsa pun di muka bumi ini yang begitu erat dan dekat dengan Allah seperti yang dialami oleh bangsa Israel. Bahkan dengan bahasa yang jelas, Allah menyebut bangsa Israel sebagai kepunyaan-Nya, milik pusaka yang mendapatkan sejumlah kemudahan termasuk pendampingan dan penyertaan Allah yang luar biasa. Kita bisa melihat bagaimana Allah memelihara bangsa Israel yang diperbudak selama ratusan tahun di Mesir. Setelah itu Allah juga turut menyertai dan mengantar sendiri umat Israel ke tanah terjanji di bawah pimipinan Musa. Maka tidak mengherankan jikalau bangsa Israel menjadi begitu bangga dengan keberadaan mereka sebagai satu-satunya bangsa dan umat pilihan Allah yang ada di dunia ini. Namun tanpa disadari oleh orang Israel, rasa bangga yang mereka miliki berubah menjadi sebuah kesombongan rohani.

Saudara-saudari terkasih,
Kesombongan yang dimiliki oleh bangsa Israel membuat mereka merasa lebih baik dan lebih suci dari orang lain. Akibatnya mereka menutup diri terhadap hal-hal baik. Maka perumpamaan tentang dua orang anak, sesungguhnya mau menyindir orang Israel yang menutup diri terhadap Yesus. Ini adalah sindiran yang terlihat halus tetapi sangat mengena dan benar-benar menggambarkan kehidupan serta sifat orang Israel. Orang-orang Israel ibarat anak pertama atau anak bungsu yang mengatakan “iya” kepada ayahnya ketika disuruh. Tetapi mereka tidak melakukannya. Artinya, mereka hanya mengatakan iya dimulut saja. Sementara perilaku mereka bertentangan. Bangsa Israel adalah anak sulung yang seharusnya menjadi teladan dan contoh yang baik dalam melaksanakan ajaran-ajaran Allah. Salah satunya adalah ajaran untuk bertobat. Namun kenyataannya mereka tidak mau bertobat. Orang Israel lupa bahwa mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa. Sementara anak kedua atau anak bungsu adalah gambaran untuk orang bukan Israel yang justru membuka diri mereka untuk bertobat dan menerima kehadiran Yesus.

Saudara-saudari terkasih,
Sekarang kita sekarang sudah berada di Minggu Biasa Kedua Puluh Enam. Artinya, tinggal dua bulan lagi, kita mengakhiri masa biasa dan memasuki masa Adven. Menjelang berakhirnya masa bias aini, bacaan-bacaan kitab Suci terutama injil sangat menekankan tema pertobatan. Memang seluruh injil dan seluruh kitab Suci semua bertujuan untuk membuat kita sadar lalu bertobat dari dosa-dosa kita. Namun pada bagian dan momen-momen tertentu dimana tema pertobatan mendapatkan penekannya yang lebih kuat dari pada biasanya. Dan dari perumpamaan tentang dua orang anak, Tuhan Yesus menekankan nilai akhir dari setiap kehidupan manusia. Hal ini bisa juga kita kaitkan dengan janji kita kepada Allah dan sesama. Kadang kita berjanji dengan seseorang untuk menolongnya. Atau kita berjanji dengan Tuhan untuk menolak segala hal-hal yang jahat dalam diri kita dan dalam masyarakat. Tetapi janji-janji yang telah kita ucapkan tidak kita lakukan. Ini mirip dengan anak pertama dalam perumpamaan hari ini. Dan ada pula janji para pemimpin yang berbeda pada saat kampanye dan pada saat sudah terpilih.

REFLEKSI:
Apakah selama ini kita sudah berusaha untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah berikan untuk bertobat dari hal-hal yang jahat?

MARILAH KITA BERDOA:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengeritik sikap orang-orang Israel yang menutup diri dan tidak hidup dalam pertobatan. Terkadang kami pun lebih sibuk dengan urusan duniawi dan mengabaikan kehadiran-Mu. Bantulah kami untuk senantiasa bertobat termasuk dengan menjaga lingkungan. Doa ini kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.